Life Story

Berjuanglah Untuk Saling Memantaskan Diri Bersama

April 20, 2016 Nanda Pipit N 0 Comments

"Pertemuan kita pasti mempunyai alasan, yaitu untuk saling memantaskan diri. Mungkin jika nanti kita tak bersama dalam sebuah keluarga, kelak pertemuan ini tak akan menjadi pertemuan yang sia-sia."

Kita dipertemukan dalam situasi yang sangat singkat dan aku pun sempat tak percaya jika pertemuan itu akan menimbulkan rasa sayang pada dirimu. Kamu hadir saat aku sembuh dari luka yang dalam, saat aku mulai menata hatiku kembali agar nyaman ditempatin kembali. Kamu merasa yakin dengan pertemuan kita, akan membawa kita pada sebuah keluarga yang bahagia. Tapi tidak buatku, aku masih saja merasa semua belum pas dan merasa kalau ini hanya perasaan sesaat yang kamu rasakan, bukan perasaan selamanya.

Kamu bilang "Aku merasa yakin karena sebelum bertemu dengan kamu. Aku berdoa untuk ditemukan dengan Jodoh."

Tidakkah itu terdengar begitu yakin?. ya.. tak dapat aku pungkiri juga, aku berdoa yang sama dengan dirimu, tapi aku merasa kita harus saling memantaskan diri terlebih dahulu sebelum membicarakan soal hubungan keluarga. Bukankah dari pertemuan kita ini selalu ada alasan untuk kita pelajari. Aku percaya pertemuan ini adalah untuk sama-sama memantaskan diri sebelum akhirnya kita sama-sama yakin kalau kita dipertemukan adalah untuk berjodoh. Tapi jika pertemuan kita bukan di takdirkan untuk berjodoh, bukankah kita sudah saling memantaskan diri untuk jodoh yang sebenarnya.

Bukannya ingin mematahkan semangat dirimu atau ingin membuat hatimu terluka. Perlu kamu tahu, aku juga berjuang untuk bisa pantas bersanding denganmu kelak jika kita berjodoh. Dan harusnya kamu pun berjuang untuk bisa bersamaku selamanya. Karena aku merasa, kelak yang akan menjadi jodohku nanti adalah dia yang bisa membimbingku, dan dia juga yang kelak akan bisa menjaga, memberikan motivasi. Dirimu bukannya tak mempunyai itu, tapi coba dirimu selesaikan terlebih dahulu apa yang menjadi tanggung jawabmu.

Berjuanglah bersama untuk saling memantaskan diri, karena aku pun juga akan menyelesaikan apa yang ada diriku. Berjuang memantaskan diri untuk bisa jadi ibu atau memantaskan diri menjadi istri yang mampu memberikan motivasi untuk suaminya kelak. Kamu pun harus bisa memantaskan diri untuk bisa menjadi seorang ayah dan kepala keluarga yang kelak akan di banggakan oleh anak dan cucu. Tidak ada yang salah memantaskan diri ketika kita bertemu, karena mungkin ada yang harus kita pahami dari pertemuan ini.

Dan jika kelak pertemuan ini harus menjadi perpisahan, jangan kamu sesali. Karena tidak ada yang perlu disesali dari sebuah perpisahan. Ada sebuah pelajaran yang di dapat, cepat atau lambat pelajaran itu akan terasa

Dan baiknya kita harus bisa bijaksana dalam hubungan ini. Karena jika kamu bilang rasa sayang, aku tidak merasakan sayang itu. Bukan karena hatiku belum rapih sepenuhnya, tapi memang tidak ada rasa sayang yang mengalir. Aku berjuang untuk tetap memantaskan diri dan untuk rasa sayang ini. Tapi jika memang kelak rasa sayang ini tak ada, maka bukankah kita telah berjuang bersama untuk memantaskan diri. Aku mungkin akan menyesali ketika kelak nanti aku salah dalam menilaimu. Tapi setidaknya aku sudah berjuang bersama untuk memantaskan diri, agara kelak saat kita berjodoh adalah benar kita pantas untuk bersama.

  "Berjuanglah untuk bisa menjadi imamku kelak dan berilah aku motivasi agar bisa berjuang menjadi isteri idamanmu kelak. Dan tunjukkan pada mereka bahwa dirimu emang pantas untuk berjuang denganku. Karena aku tak ingin mereka melihat kita dari siapa yang paling kuat."

0 komentar:

Life Story

ya Allah Jika Memang Dia Orangnya, Halalkan Kami Segera

April 20, 2016 Nanda Pipit N 0 Comments

Banyak hal yang sudah aku lalui dalam perjalanan mencari cinta, dari pertama mengenal cinta monyet, cinta-cintaan, cinta palsu, dan entah apalah itu namanya.

Kini akhirnya aku berhenti. Aku berhenti mencari karena aku sudah menemukannya. Laki-laki yang sosoknya aku dambakan. Aku percaya bahwa pertemuan ini bukan suatu kebetulan, tapi ini adalah Kehendak-Nya.

Aku bersyukur Tuhan mempertemukan aku dengan laki-laki seperti dia, laki-laki yang bukan hanya sekedar memberi rasa nyaman namun lebih dari itu. Entah Apa yang sangat membuatku yakin bahwa dia adalah seseorang yang akan menemani perjalanan hidupku nanti.

Aku tidak bermaksud untuk Mendahului kehendakNya hanya saja entah kenapa hati ini mantap untuk memilihnya.

Tuhan jika memang dia adalah yang memang terbaik yang telah Engkau pilihan, persatukanlah kami, Halalkanlah Hubungan Ini, lancarkanlah semuanya, mudahkanlah. Namun jika Engkau berkehendak lain, jangan jadikan dia penghalang bagi jodohku.

Semoga Engkau meridhoi semuanya dan inilah akhir dari perjalananku.

#Halalkanlah

0 komentar:

Life Story

Aku Tidak Sedang Berusaha Melupakanmu, Aku Hanya Lelah dan Ingin Berpindah Pada Hati yang Baru

April 20, 2016 Nanda Pipit N 0 Comments

Ada yang pernah Bilang, "Memaafkan itu pasti tapi melupakan itu urusan nanti".

Kita semua sadar, ketika kita berusaha dengan keras untuk melupakan masa lalu justru masa lalu itu semakin sering hadir menghantui kita tanpa kita minta. Itulah masa lalu, hanya bisa dikenang tidak untuk dilupakan.

Sekali lagi, kita tidak pernah bisa benar-benar melupakan masa lalu. Maka dari itu, aku tidak sedang berusaha melupakan masa itu juga tidak sedang berusaha kembali kesana. Aku hanya ingin berpindah.

Berpindah kepada hati yang baru. Seseorang yang nantinya akan aku temukan dimasa depanku. Aku juga tidak sedang menunggu seseorang itu datang. Karena aku tahu, menunggu itu melelahkan.

Aku juga tidak sedang memperjuangkan seseorang. Karena tak ada seseorang yang aku perjuangkan atau tidak ada seseorang yang dengan gagah berani mengajakku berjuang. Jadi aku memutuskan untuk tidak berjuang sendirian.

Aku memang berjuang, Berjuang untuk diriku sendiri demi masa depan yang lebih baik. Masa depan yang entah dengan siapa akan aku lalui nanti.

Aku hanya memegang satu keyakinan. Bahwa ada satu Lelaki di luar sana yang sedang memperjuangkan aku. Seseorang yang akan aku temukan dipersimpangan jalan. Persimpangan yang mempertemukan Diriku dengan pangeran berukuda putih milikku. Dengan gagah beraninya dia akan membawa pasukan luar biasa milik kerajaannya menuju istana orang tuaku.

Aku tahu, jalan itu masih panjang mungkin juga banyak Rintangan yang akan menghadang pangeran impianku itu. Tapi jangan takut, aku sudah menanami bunga-bunga lotus kesukaanku. Pangeran kau pasti akan menemukan kerajaanku. Pasti.

Sekarang saatnya Berpindah untuk kamu yang lain. Bukan kamu di masa laluku. Tapi kamu yang lain yang akan melanjutkan buku ceritaku. Buku yang akan aku tulis setiap harinya.

Aku tahu, kepastian itu mutlak milik Tuhan. Memastikan adalah tugas seorang manusia dan yang memastikan aku menjadi milikmu adalah tugasmu.

Jika saatnya nanti tiba, aku akan benar-benar yakin bahwa kamulah seseorang yang Tuhan pilihkan untukku. Dan pada saat itu tiba aku akan menjatuhkan diriku sejatuh-jatuhnya.

0 komentar:

Life Story

Untukmu seseorang yang pernah mengisi hatiku..

April 18, 2016 Nanda Pipit N 0 Comments

First of all, I’m sorry we didn’t make it. Hubungan dengan kamu termasuk bagian yang sangat besar dalam hidup aku. Terutama karena aku banyak berkembang dalam hubungan kita.  Aku berusaha menjadi wanita yang paling lovable sebisaku. Aku mencoba menjadi wanita yang bisa kamu banggakan, yang bisa bekerja sama denganmu, bisa membantumu, bisa mendukung, bisa menyayangi, dan bisa bersama denganmu selamanya.

Sayangnya, alam semesta tidak merestui kita. I’m sorry we didn’t make it.

Meski kita nggak lagi bersama, aku mau kamu tahu kalau aku berterima kasih sekali padamu. Hubungan kita mengajarkan aku banyak hal. Tentang bagaimana menghadapi konflik, bagaimana mengambil keputusan, memaafkan dan meminta maaf, serta menerima kenyataan.

Kenyataan bahwa nggak semua hal bisa diperbaiki. Bahwa cinta saja nggak cukup untuk mendasari sebuah hubungan. Bahwa kita memang jauh lebih baik berpisah, dan meneruskan perjalanan ke arah yang berbeda.

Tapi kamu jangan khawatir. Meski berpisah dan akan hidup menjauh, meski akan menjalani hidup masing-masing tanpa satu sama lain, aku tentunya nggak akan melupakan kamu. Suatu hari nanti, mungkin 20 atau 30 tahun lagi, aku akan tetap mengingat kisah kita berdua dengan senyuman, dan bersyukur pernah menjalani hubungan denganmu. I’m sorry we didn’t make it.

But I don’t regret it.

Kalau diberikan kesempatan untuk mengulang masa lalu, aku nggak akan kabur darimu. Aku akan secara sadar mengulang hubungan denganmu dan sukarela menjalani semua sakitnya perpisahan kita sekali lagi. Karena aku tahu kita berdua memang harus berpisah demi bisa tumbuh. Lebih baik, lebih bijak, dan lebih kuat lagi. Seindah apa pun kenangan kita, semanis apa pun perasaan kita, kita berdua sadar memang nggak ada masa depan untuk aku dan kamu. We made the right choice when we said goodbye. Now I totally understand this.

Last but not least. Aku mau ucapkan "Selamat!". Setelah kita berdua berpisah, terbuka kesempatan bagimu untuk move on ke kehidupan yang lebih baik, hubungan yang lebih dewasa, bersama partner yang lebih cocok untukmu, menuju masa depan yang lebih bahagia. Aku harap kamu akan ambil kesempatan emas ini. Karena aku pun sudah dalam perjalanan menuju ke kebahagiaanku sendiri.

I loved you and it was an honor to have the chance to be your girl. Tapi sudah saatnya aku mulai memalingkan wajah darimu dan berjalan ke arah yang berlawanan. Bila takdir mendekatkan kita kembali, kita berdua bisa sama-sama menertawai kesalahan masa lalu dan mendiskusikan kebahagiaan satu sama lain. Karena, meski ada di jalan yang terpisah, kita pernah berawal dari tempat yang sama.

Sorry. Thank you. Congratulations.

0 komentar:

Life Story

Terimakasih untuk kamu yang telah menghancurkan cintaku, silahkan block aku selamanya.. Aku pergi..

April 15, 2016 Nanda Pipit N 0 Comments

Malam ini, malam dimana aku merasa sangat bodoh karena masih memikirkan seseorang yang ternyata dia tidak sebaik yang kupikirkan.

Ketika rasa ini mampu menutup hati dan pikiranku tentangmu, sehingga hatiku mampu memaafkanmu dan menyalahkan diriku sendiri atas kepergianmu.

Dan hari ini kusadari bahwa kaulah yang tak pantas untukku, kau tak pantas mendapatkan hatiku yang begitu tulus mencintaimu apa adanya.

Malam ini, dimana malam yang aku tau kenyataan pahit kau rela pergi meninggalkanku.

Tenyata kau begitu tega, kau begitu jahat menyia-nyiakankan hati yang begitu tulus untukmu, hanya karena kau merasa begitu sempurna, sehingga ketika kumelakukan kesalahan kecil kau berhak untuk meninggalkanku dengan Cuma-cuma tanpa hati dan perasaan.

Hei taukah kau aku ini manusia yang mempunya hati dan perasaan, semudah itu kah kau melukai hati manusia karena kesombonganmu itu?

Mungkin hari ini hatiku masih mengharapkanmu ,tiap detik berharap ada pesan masuk darimu.

Tapi tak tau kah kau kalau hukum alam itu ada.
Apakah kamu tak takut kalau suatu hari nanti kau yang akan sangat merindukanku begitu dalam.

Dan kau hanya bisa merintih dengan penyesalanmu itu, bahwa kau telah menyia2kan aku yang begitu dalam mencintaimu.

Dan dengan rasa dendam,aku pun tertawa riang menyaksikan penyesalanmu itu, tapi tenang aku tak sejahat itu.

Meskipun kini kau telah menghancurkan hatiku, aku tak akan mampu melakukan itu terhadapmu karena cintaku begitu tulus untukmu.

Tetapi ku tekankan kepadamu bahwa hari ini kuputuskan untuk pergi, pergi sejauh mungkin darimu.

Terimakasih untuk dirimu yang telah berhasil membuat kepingan dihatiku, selamat memblokir aku selamanya, selamat menempuh hidupmu yang baru, semoga hatiku semakin kuat karena ini.

Dan satu pintaku Jangan pernah kau hadir dikehidupanku lagi, begitu pula aku. Karena sekarang aku akan menjemput kebahagiaanku dengan seseorang yang bisa menghargai cintaku..

0 komentar:

Life Story

Aku menguatkan diri dan tegar, berkat kamu.

April 15, 2016 Nanda Pipit N 0 Comments

Hai kamu, apa kabar?

Lama ya tidak saling sapa. Tidak saling bicara tapi tak mengapa jika ini yang terbaik.

Aku cuma mau bilang kalau Aku sudah terbiasa tanpamu. Ternyata aku masih bisa tersenyum bahagia meski terkadang ingatan tentangmu muncul, aku bisa mengatasinya. Dan waktu juga membantuku untuk meyembuhkan rasa sakit ini.

"Aku menjadi seperti ini karena kamu. Terima kasih"

Aku percaya kamu di sana juga baik-baik saja, bahkan tak ada rasa sesal dalam dirimu, aku lihat kamu sudah terbiasa dan melupakan semuanya. Iya semua tentang cerita kita. Bukankah kamu bilang kamu LEBIH BAHAGIA tanpa aku?

Jika kamu bisa kenapa aku tidak?? Toh kamu cuma ada di hidupku 3 tahun dan selama belasan tahun aku juga masih bisa tersenyum, bisa bahagia, bisa menikmati hidup ini. Jadi aku yakin setelah kejadian hari itu aku masih bisa menjalani hidup ini dengan indah tanpa ada air mata (lagi).

Aku akan membuktikan kepadamu. Kalau aku sudah berbeda, aku sekarang merasa lebih kuat, lebih dewasa dan yang pasti aku menjadi wanita yang lebih tegar. Kamu tau itu semua karenamu.

Ohh iya, satu lagi. Aku sudah memaafkanmu tanpa kamu minta tapi tidak dengan rasa sakit ini. Aku masih mengingatnya bagaimana di bentak dan di buat malu olehmu, tapi tenang saja aku tidak akan membalas semua rasa sakit hati ini kepadamu. Aku serahkan saja kepada Allah dan biarkan tangan Allah yang bergerak.

Aku tidak mendoakanmu jelek, tapi bukankah hukum sebab akibat di dunia ini ada?? Dan bukankah kamu juga percaya akan adanya KARMA??Jadi cukup duduk manis saja dan bila aku beruntung aku cukup melihatmu bagaimana tangan Allah itu bergerak

Dariku yang sudah move up Darimu..

0 komentar: